Selasa, 17 Desember 2013

Bolang Trip : Kemping Satu Malam di Pulau Perak





Sudah lama mendamba kemping di Pulau Perak, selain bisa mantai semalam suntuk, juga katanya bisa latihan freedive disana. Mari kita buktikan.

Selagi browsing untuk trip soloku ke Pulau Harapan, beberapa kali masuk ke link tentang Pulau Perak (Sido, blog dirimu bikin ngiler niih). Pulau kecil di dekat Pulau Harapan yang katanya indah dan dapat dijadikan destinasi freediving karena pemandangan bawah lautnya yang relatif lebih indah dari beberapa spot yang sudah aku kunjungi di kepulauan seribu. Setelah pulang dari Pulau Harapan baru tahu ternyata ada kawan Bolang yang juga ingin kemping di Perak, ahik ahik paaas banget.
Berbekal beberapa nama hasil browsing dan rekomendasi kanan-kiri untuk mengurus trip kami kali ini, berangkatlah kami berdelapan Sabtu, 16 November 2013. Peserta yang semula 14 orang, yang fix ikut hanya Maul, Gilang, Mamo, Sherly, Karina, dengan tambahan Budi dan Jamba. Dari belasan kapal ojek yang mangkal di Muara Angke, kami pagi itu berangkat dengan kapal Milles tujuan Pulau Harapan, dengan tiket 40.000 sajah. 
Sampai di Harapan langsung mencari kontakku disini, sayang beliau belum sampai dan mengirimkan temannya Pak Jim yang akan jadi guide kami selama di Perak. Menyiapkan makan siang dahulu di katering bu Jumroh, istri Pak Udin yang pecel cuminya masih termimpi-mimpi sampai sekarang. Sekalian kami minta disiapkan bekal nasi putih untuk makan malam dan aqua galon untuk minum dan memasak. Setelah berganti kostum, kami pun berlayar di tengah hujan badai. Yes, seperti kemarin hari ini pun hujan turun dengan buasnya. Tega banget sama kami yang mau liburan ini. Hhhhh, pantang menyerah dong. Lanjut terus mencari spot diving yg oke.
Sampai di spot pertama, pulau Dolphin, hujan sudah reda. Sebetulnya di spot ini airnya masih keruh, sisa hujan barusan. Lalu ada sedikit sampah di pinggir pantai yang bikin kami cepat-cepat berenang ketengah. Tapiii, spot ini istimewa karena di sini kami bertemu jellyfish yang lumayan besar, clownfish dan beberapa ikan kecil lain. 
 
Bosan cibak-cibung di pulau Dolphin kami meminta spot yang lebih ciamik ke Pak Jim, maklum pelaut…bosen dong kalau cuma lihat ikan garis-garis aja. Spot kedua ini lebih dalam dan jernih, kawanan ikannya juga lebih banyak. Tapi etta lupa ini spot namanya apa ya? Ada yang bisa bantu?

Selesai main air, akhirnya kami dibawa ke Gosong Warung. Gosong ini beda banget sama gosong yang pernah etta kunjungi di Karimun Jawa maupun gosong yang sama bulan kemarin. Lahh??? Hehe, sebetulnya sama aja ni gosong, tapi pas di depannya berdiri sebuah warung portabel. Jadi kalo air mulai pasang, pindahlah si warung ini ke kapal untuk pulang kembali kemanapun rumahnya. Gimmicknya keren, gorengan rasanya beda kalo beli di gosong. Ya iyalah beda, wong harganya dua ribu lima ratus perak sebiji…
Kami berfoto disini bergantian dengan rombongan lain, dengan berbagai pose, walaupun Mamo ketinggalan. Jamba yang tingginya kayak tiang listrik itu sukses dimintai foto bareng sama rombongan lain. Sayang kita lupa minta saweran ya.
Pulau Perak nampak dekat sekali dari sini, cuma sepelemparan batu, batu yang ditumpangin di pesawat remote. Kalau dilihat kayaknya sih bisa berenang ke sana. Alhamdulillah, kita ga jadi berenang ke Perak ya Maul. Kebayang kan kalo lagi ditengah laut gitu migren gue kumat. Stress kan lu…hahaha…
Puas foto-foto di Gosong Warung, saatnya menyeberang dan buka tenda di Pulau Perak. Setelah ngobrol sebentar sama Pak Minang soal ijin nenda dan upetinya, jreeeng… dua tenda sudah berdiri rapih. Agak jauh sedikit cuma ada satu tenda lain, kayaknya cuma orang nekat yang mau nenda di hari-hari hujan gini.
Dari beberapa spot di Pulau Harapan dan sekelilingnya termasuk Pahawang, Tunda,Sangiang, bahkan Karimun Jawa, ternyata justru di Pulau Perak ini gue menemukan lionfish dan seafan yang tumbuhnya di tiang dermaga!!!…no picture sih, batere udah abis dong. Dibilang hoax juga silakan, ada Gilang yang sama-sama liat. Lang, back me up please…
Di pantai dekat dermaganya buanyuaaak bulu babi. Ehm, ini salah satu tujuan gue loh. Dari rumah sudah siap bawa capitan panjang dan sarung tangan buat panen salah satu seafood paling mahal sejagad raya ini. Pungut satu, buang yang lain. Bulu babi yang kecil mungil macam di Santolo itu mah gak bakal diangkut. Banyak pilihan bulbab yang lebih montok soalnya. Dapatlah empat bulbab montok nan gondrong, sayang yang lain kayaknya bingung mau makannya. Too bizarre ya guys? Enak loh.
Belanjaan kami yang seabrek (ehm, melimpah di beberapa item) mulai dibuka dan ayam panggang mulai dipanaskan. Menu makan malamnya nasi, ayam panggang dan sup makaroni. Sebetulnya kita bisa membeli ikan atau apapun hasil tangkapan Pak Minang kalau kebetulan ada, tapi sepertinya ini sudah lebih dari cukup.  Makan malam yang nikmat banget, di pinggir pantai pulau yang sepi, with good friends. Nasi pake garem juga bakalan berasa enak, hahaha ngga mungkin ya. Baru mulai santai sehabis makan, hujan rintik-rintik mulai turun, terus mulai rada gede. Kita masuk ke tenda yang kosong, supaya bisa nongkrong bareng sambil main game. Sial banget segala jenis board game dan kartu ga ada yang dibawa. Hujan mulai deras, dasar tenda mulai dingin-dingin basah gitu. Sial nomor dua, meremehkan matras dan terpal yang katanya ga perlu dibawa. Jadilah kami berbasah-basah, sesak karena tenda ditutup, bengong pulak ga ada mainan…tidur aja deh.
Bangun pagi lihat keadaan yang sudah tidak hujan, Alhamdulillah. Sebelum eksplor pulau, sikat gigi dulu ah. Kembali ke kamar mandi nan mungil di tengah pulau. Kamar mandi ini khusus buat bilas-bilas ringan aja ya, kalau mau pup as usual…gali lobang dong. Setelah cuci-cuci dikit, langsung ganti wetsuit lagi. Waktunya main air. Eeeiiit, ingat dong never freedive alone, always dive with a buddy? Nah, karena yang lain masih belum nyambung nyawanya, aku turun cuma ditemani Maul yang (ceritanya) ngebuddy dari atas dermaga. Please jangan dijitak, belum tau prosedur rescue yang bener soalnya… tapi karena airnya masih keruh dan ombak yang lumayan gede, latihan paginya cuma sebentar saja, lagipula sudah waktunya menyiapkan sarapan. Soal masak-memasak ini, Bang Mamo jagonya. Kita (kita? Padahal cuma Sherly sama Karina yang masak) yang cewek-cewek ini sih cuma terima order aja ni bahan mau diapain, perlu segimana banyak, menunya perlu ditambah apa lagi. Pokoknya kakak pertama Bolang ini seksi logistik andalan lah.
Sarapan sudah, packing sudah, pamit ke Pak Minang sudah, cuss berangkat lagi. Walaupun angin dan ombaknya ngga nyantai, semoga masih bisa main di satu spot lagi sebelum pulang. Dan kami pun dibawa ke pulau Kayu angin Genteng. Aihhh, cantiknya pulau ini, etta jadi pengen kemping lagi…disini. Latihan disini enak sekali. Lautnya cukup dalam, airnya jernih, biota lautnya juga lumayan banyak. Foto underwater disini kayaknya bakalan bagus banget. Bakalan ya, bakalan…seperti yang udah gw bilang dari kemarin batere kamera underwater gue udah abis. Paling engga foto di dermaganya bagus-bagus, daripada tidak sama sekali kan.
Selesai bernarsis ria, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Harapan. Matahari mulai terik, dan cuaca sepertinya memanggil kami untuk extend trip. Sayang, kami harus tetap kembali ke Jakarta dan kembali nguli untuk tetap membiayai trip-trip selanjutnya. Next time, Kayu Angin Genteng? Macan?Putri?Sepa? who knows…masih 9.995 pulau yang belum dieksplor kaan. Soooo, kapan kita kemana lagi guys?














 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar