Rabu, 14 Desember 2016

Neng etta semalam di Tejakula

Nengetta semalam di Tejakula
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-251
neng, ndrian ajeee


Rencana trip timuran itu sebetulnya ke Banyuwangi atau Bawean. Tapi karena pak ketuaboss dan bang telapakkaki php dan membatalkan acara, etta bingung dong mau kemana di timur sana. Lanjut Bawean ga mungkin karena perlu tim pasti. Tetap di Banyuwangi kok males ya, hahaha. Lanjut ke Bali aja gitu? tapi ga tau mau ke Tulamben atau cari spot lain, jadi belum kontak mamang coach di sana. Iseng cari tempat nginep di air bnb, eh kok ada tempat murah yang kece di spot yang sekitarnya villa mahal semua, liat reviewnya 99% bagus, banyak aktivitas asik pula... coba deh booking.
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-58-448
the garden
Sampai di Bali etta masih galau sebetulnya, kalau ada bis gilimanuk - amlapura sebetulnya etta pasti langsung pergi ke tulamben. eh karena bisnya cuma sampai singaraja jadinya lanjut plan B, mampir ke Tejakula dulu. Dari Singaraja naik angkot, lalu lanjut ojek sampai ke desa Les. Sore sampai di Segara Lestari, community centernya desa Les, disambut Pak Gede di sini. Karena udah capek dan bau banget, etta ijin langsung mandi, lalu makan malam nanti di restoran.
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-252
kamarnya...
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-221
kamar mandinya
Kamarnya cantik dan besar, untuk harga segini, lumayan banget loh ini kamarnya. Kamar mandinya cantik, dengan kerikil cantik di tempat showernya. Etapiiii, ini model open bathroomlah, kebuka itu atapnya. Mampuslaaah. Mana berani pipis nanti malam coba T_T
Ya udah, secepat mungkin mandi, nyuci baju sedikit lalu keluar sebelum gelap. Pergi ke restoran, ga tau mau makan apa padahal. Ketemu Bu Made dan bilang pengen belajar masak sama dia besok, janjian deh jam setengah tujuh ke pasar bareng. Karena belum lapar, dikasih sepiring buah sama Bu Made dan demi toutatis ini mangga termanis yang etta pernah coba, secara belom makan manggalah etta sampai akhir tahun ini.
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-23
mangga paling manis
Makan, pamit tidur deh. Bingung kan gimana cara tidur sendirian? Belum capek pula. Terpaksa pake cara hakiki, ngumpet di bawah selimut, nyahahahahaha.
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-24
the last resort, nyumpuuuut
Bangun pagi, langsung jalan-jalan pinggir pantai yang cuman lima langkah dari kamar. Eycieeeh, semacam pacar aja lima langkah. Pantainya dibatasi penahan ombak dari batu guede, ada beberapa tangga buat entry point yang mau nyelem kayaknya, dan istimewanya sepanjang panyai ini dibatasi jalan setapak panjang dari bata merah. Duuuuh, etta berasa dorothy banget jalan di red brick road. Dudududu.
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-22
the red brick road
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-211
asik buat jalan, lari, foto yekann
Seperti di beberapa review sebutkan, Segara Lestari ini tempatnya beberapa aktivitas komunitas desa Les ini, salah satunya adalah pembuatan garam tradisional. Karena musim hujan etta pikir bikin garamnya distop dulu, eh ternyata ada juga ibu yang pagi itu siap-siap menjemur garamnya.
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-231
salt farm, the restaurant in the back
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-58-443
salt farm
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-25
penarik kapal
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-57-21
segara lestari community center
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-58-441
ga tahan ga fofotoan
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-58-447
Ibu pembuat garam
Menurut Bu Made, rasa garam ga cuma asin loh, ada rasa lain seperti pahit atau kalo garam hasil Les ini ada tone manisnya. Ahahaha, ga ngerti ettaaaaa. Pulang aah, siap-siap ke pasar.whatsapp-image-2016-12-15-at-11-58-445
whatsapp-image-2016-12-15-at-12-20-18
pasar
Di pasar kaki bukit ini ternyata sayuran udah pada habis. Kata Bu Made sebenernya banyak sayuran biasanya, sayang sekarang habis banget. Ditanya pengen makan siang apa ya etta bilang terserah, doyan segala etta mah. Bikin ikan bakar aja gitu? Hayuuuuuuuk. Bu Made beli ikan di sebuah kios, yang ternyata semua ikannya hasil tembakan. Wuoooooh senangnya. Ini nih, kios ikan sustainable, patutlah diborong semua, eh cuma beli ikan amplasan aja kok.

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-20-21
bersihin ikan
whatsapp-image-2016-12-15-at-12-20-162
see, headshot
whatsapp-image-2016-12-15-at-12-20-17
ikan segar, hasil nembak. TERBAEKKKK!!!

 Lalu beli sedikit tahu dan toge di warung luar pasar.
 

 
 Pulang lalu sarapan. Etta nunggu nih acara sarapan ini. Kata reviewnya sih bakal disuguhin jaje bali, bukan nasi goreng atau roti bakar dan sosis yang membosankan itu...
whatsapp-image-2016-12-15-at-11-58-4410
jaje godoh dan jaje injin

Sepiring jaje injin dan jaje godoh bersama sepiring buah segar datang. Aaah, senangnyaaaaaa. Habis difoto diabisin secepat kilat. Jaje godoh tuh pisang goreng, enak kayak pisang goreng gitu (menurut ngana?). Jaje injin itu ketan kukus yang dikepel-kepel, diberi kelapa manis tapi bukan unti... unti kan pake gula merah ya, ini kelapanya putih dan muaniiiiiiisss, jadi terpaksa dipinggirin sebagian deh. Kalo ada kopi pait pasti nikmat banget nih, tapi sayangnya di sini kopinya bukan kopi banyutiis khas singaraja itu, excelso mah etta pass aja... too common :p

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-20-191
main dengan Sami

Setelah main sebentar dengan Sami, pelajaran bikin makan siang pun dimulai. Menu kali ini ikan bakar, urap, tempe goreng dan sambal matah. Resepnya rahasiaaa yaaak. Hehehehe... etta share prosesnya aja. Selesai masak, langsung makan, sampe habeeeees ga bersisa. Enak bangetlaaah. Ikannya segar, berbumbu gurih pedas. Urapnya gurih dan wangi. Tempe gorengnya, jujur aja ga dimakan, da kaga doyan tempe tea (somong :p). Sambal matahnya bikin etta ngabisin seporsi sambal full, edan! wangi tanusannya wuduuuuh, bikin kalap, sumpah!

Ini chapter ikan bakar sedaap

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-19-162
ikan dibelah

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-16-42
salah satu bumbu, kunyit gedeee

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-19-165
garam Les, kristalnya kotak-kotak lucuuuu

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-19-168
dibumbuin terus didiemin

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-19-161
dibakar skinside down. bagian atasnya dikasi bumbu, garam dan sesendok gula Les
whatsapp-image-2016-12-15-at-12-19-164
gula merah Les

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-16-41
bolak-balik, jadiii deh

Ini chapter Urap enaaak
whatsapp-image-2016-12-15-at-12-19-163
bikin bumbu

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-19-166
siangi sayuran, rebus

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-16-44
bumbu ditumis kering

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-16-401
sayuran dibumbuin deh

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-19-16
bahan sambal matah
bahan sambal matah
whatsapp-image-2016-12-15-at-12-16-402
sambal matah udah jadi!

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-16-45
Menu lengkaaaap

whatsapp-image-2016-12-15-at-12-16-40
itadakimasu
whatsapp-image-2016-12-15-at-12-16-403
bersyiiih

Habis makan siang, langsung pamit ke kamar, packing kilat, pamit pulang deh ke semua... Hatur nuhun Pak Gede, pengalaman yang luar biasa di sini, pengen liburan lama-lama di sini aslinya etta. Nuhuuuun Bu Made, udah diajarin masak yang enak bangeeet. Insya Allah etta coba masaknya secepatnya, kalo ga males. Hahahaha
See you when I see you again Tejakula :* :*

Berdamai dengan asma, Catatan cewek penyakitan yang suka banget sama air ^^

Berdamai dengan asma, Catatan cewek penyakitan yang suka banget sama air ^^
Sebagai penyelam dengan asma, etta diharuskan berbohong setiap menandatangani form waiver sebelum menyelam. Formulir itu tidak memperbolehkan menyelam dengan tick Yes pada “I have asthma” tanpa surat dokter… jadi… berbohonglah kita ya
Is it okay to dive with asthma? Jawabannya ya dan tidak. Kalau asmanya exercised induced, sebaiknya tidak. Karena sesantainya menyelam, itu tetap aktivitas fisik yang lumayan berat, ditambah dengan paparan air dingin minimal 1 jam plus badan basah di darat 1 jam lagi dikali berapa kali dive. Wooo, bisa berbahaya. Freediving apalagi. Walaupun kelihatan dive time nya dikit-dikit tapi berat luar biasa buat badan. So if you have exercise-induced asthma, see your doctor first!
Sebagai asmatik yang pencetusnya mulai dari mood swing, asap, debu, sweet things, dingin, perubahan cuaca, bau-bauan menyengat dll juga aktivitas berat gimana bisa sih etta diving? Pertama, know your own limit which is hiking, aktivitas fisik berat ditambah udara dingin memang payah buat asma etta , kalo udah tau gini ya pasrah aja deh. Kedua, kontrol asmanya. Kalau masih perlu steroid, pake! Inhaler harian, pake! Kalau sudah terkontrol, baru deh dateng ke dokter, tanyain pendapatnya soal mulai menyelam.
Selama tiga tahun menyelam, asma etta ga pernah kambuh waktu menyelam. Kambuhnya justru karena sebab2 bodoh seperti kalau ngakak parah atau mengikat sarung pantai di leher terlalu kencang. Alhamdulillah segitu mah udah bahagia, dan sekalinya ketemu dokter karena kambuh berhari-hari itu pun setelah terpapar air yang dinginnya ekstrim di salah satu penyelaman.
Asma yang terkontrol ini kadang bikin lupa diri. Lupa bahwa inhaler harus selalu ada. Karena serangan asma bisa datang kapan saja dan dimana saja. Anak pemalas pelupa ini pernah beberapa kali kambuh waktu inhaler ga ada. Dan ini cara mengatasinya…
Nih ya tta kasih tau, jadi kalo next time etta kambuh, coba yaa ditolong 
1. Selama serangan, selalu dalam posisi duduk. Jangan kasih etta tidur, ga bisa nafas pak kalo tiduran. Duduk di belakang dan kasih etta sandaran supaya posisi punggung lurus #eaaaa sandaran . Aslina inimah!
2. Siapkan teh hangat, teh mengandung sedikit teophyllin, lumayan buat first aid
3. Kalau dingin/banyak angin, siapkan jaket/selimut. Kalau ada ikatan di badan terutama leher dan dada, lepas. Ini termasuk sarung pantai dan tas selempang. Pencetus asma nih 4. Biasanya cuma perlu coaching suruh relax dan nafas relax aja. Tapi etta pernah coba tahan nafas selama beberapa detik, diulang sampai bisa bernafas normal. Lumayan membantu.
5. Kasih kain basah untuk menutup mulut dan hidung. Ini first aid banget deh, sambil jalan juga etta suka pake cara ini. Ga pernah ya hiking nafasnya pake itungan breath-up? Etta begitu. Hahaha. Asma memang bukan penyakit yang bisa disembuhkan, tapi dengan kesabaran bisa dikontrol. Semangaaaat!!! Kamu juga bisa kontrol asma-mu dan berkegiatan kayak etta . Jangan stress!! Kata pak coach juga … kuncinya di relaksasi 

========================================================================
update 08092016 :
Sebisa mungkin jangan lupakan first aid kit yang berisi obat asma saat akan menyelam, baik dengan tabung atau tidak. Apalagi untuk sesi latihan fisik yang berat. Brief orang-orang terdekat -which is buddy- tentang kondisi kesehatan dan apa yang harus dilakukan saat ada serangan asma.

Do not overestimate your medical condition. You are okay until you’re not. Be safe ^^
fb_img_1476506063673
pic by @studiofotto
Pernah ga berpikir tentang sesuatu achievement yang rasanya ga mungkin. Masuknya bukan lagi di kategori mimpi tapi udah di kategori ilusi. Buat etta dapat 50 meter di DNF dan 50+ di DYN masuk kategori ini.

Edan ilusi banget gitu? Iyaaa… walaupun statik mulai sedikit-sedikit ada kemajuan sampai harusnya bisa mecahin National Record Indonesia tahun kemaren *uhuk* , tapi di disiplin dynamic etta payah banget.

Waktu Mbakmin nyepet “buat apa statik lama-lama tapi dynamic cuma dapet segitu” itu rasanya ketabok banget tau ga?! Pedih hati ini . Tapi jadi semangat juga sih. Bener juga, ngapain gue statik lama kalo dynamic ga bisa nyampe setengah dive timenya aja. Huh!
Mulai dari latihan pertama habis kompetisi IDAC 2016 kemarin etta mulai curi-curi waktu latihan. Latihan statik dikit dan mulai benerin latihan dynamic. Berat? Berat banget. Selama vakum latihan freediving setahun ini kan etta ga pernah latihan banget yak. Kalo ngolam pun cuma ngebuddy aja, ga pernah nyelem
Dari mulai masalah tehnik finning dan kicking, buoyancy, kontraksi, dijebret sekali latihan. Eh, dua kali latihan kayaknya deh.

Kemudian si akunya mulai legeg. Latihan ketiga merasa enak, di lintasan 25 meter lihat tembok dan coba turning. Hooooo, bisaaaaa! Dan lanjut sampai tembok satunya lagi. Recovery breath parah, lepas neck weight rada panik. Udah aja. Eh gue bisaaa loh turning. Bisa loh 50 meter dan merasa masih bisa lanjut.
Lalu nyoba sekali lagi. Sapa tau cuma beginners luck yak. Dan nyoba lagilah kita ya. Bisaaaa!!! Hoyeaaahhhh. Berarti bisaeun etta.

Kita panggillah abang Davot, safety kompetisi terpertjaja yang pertama bikin etta PB di statik. Jelasin pengen apa sekarang, pengen 50+ , pengen turn 2 kalieun. Oke siap.
Breath up. Turun. Turn pertama. Kontraksi begitu turn. Masih bisa. Tembok sana deket kok. Kaki mulai panas, tapi ga parah. Ketemu tembok. Eh bisa turn lagi. Kick tembok. Finning dikit. Naik deh.

Buoyancy negatif kemarin. Etta pake neck weight 2 kg. Dibantu ke pinggir langsung ketawa-ketawa. Hahahaha… PB kaaaak! Lepas neck weight. Kemudian mulai nafas ga teratur. Hyperventilating. Mulai bunyi nafas. Dan selesai sudah kesenangan bisa turning itu.

Kalo dihitung, banyak banget salah di latihan etta kemarin. Latihan over diatas kapasitas. Skipping recovery breath. Trial 25×2 tanpa buddy . Overweighted juga kayaknya di leher. Banyaknyaa … bikin keluar lagilah itu si takol snorkel.

Pelajaran nomor 23 : jangan latihan ugal-ugalan !!!

Freedive course di Tulamben

Freedive course in Tulamben

GOPR5259_1433325304718_high.JPG
The famous Apnea Bali mural
20150603075618
With Julia
Got reminder from Bang GJ that now is the anniversary of my ID . It's been a year since my impulsive trip back to Tulamben, taking a freedive  course in Apnea Bali.


Three hours ride lead to an unforgettable experience. My PB, touching the bottom weight, watching my dive comp turns to 20, trying to solve my eq problem and fail, having so much fun on the way.

DCIM100GOPROGOPR4360.
I'm on my way!
IMG_20150530_121533
Hidup Indomaret, pembela ra'jat pengembara

IMG_20150601_174638.jpg
Sunset @jemeluk bay
Tulamben must be listed as one of the best place for diver in training. It's not only have the perfect depth and the current is practically nonexistent, it is also have great visibility most of the time. And the best part is, it is sooooo beautiful deep down. You can imagine having hard daily practice and then dive to the USAT Liberty for fun! It is perfect!
G0024431_1433066427527_high.JPG
Yuuji, Galih and me ^^
GOPR4353_1432980585673_high.JPG
Ray of light
And with a group of skilled and fun instructors to teach you, with Apnea Bali you are in the right hands.
Looking back to those days, when we eat only dates for breakfast and octopus rawon for dinner, when I got hit in the head with a snorkel for the first time, when we drive in the rain to make sure we got to tulamben on time, watching sunset on jemeluk bay, diving all day and sleep like a dead person in the night, playing in the water, (watching galih) making bubble rings, laughing my ass off watching two crazy buddies doing absurd underwater exercise ...
20150609073846.jpg
I'll be watching over you
20150609073737
                       Crazy 😑
It was the time, it was the best of time
So if you ask me don't I get bored of Tulamben? I will definitely say NO